Tampilkan postingan dengan label mobil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mobil. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Februari 2015

Ciptakan Mobil Listrik, Apple Berencana saingi "iron Man"

Apple dilaporkan sedang mengembangkan proyek mobil listrik tanpa sopir yang diberi kode nama Titan. Keberadaan proyek ini menjadi upaya Apple untuk masuk dalam industri otomotif serta bersaing langsung dengan Tesla Motors yang selama ini membuat mobil listrik.

Pendiri sekaligus CEO Tesla Motors, Elon Musk, mengatakan bahwa Apple telah berupaya membajak karyawan Tesla di Palo Alto, California, dengan menawarkan gaji sebesar US$ 250 ribu atau setara Rp 3,16 miliar dan kenaikan gaji sebesar 60 persen.

"Apple berusaha keras sekali untuk merekrut karyawan Tesla. Tapi sejauh ini hanya sedikit yang benar bergabung di sana," ujar Musk dalam wawancara dengan Bloomberg Businessweek. "Dari filosofi desain, Apple relatif memiliki kaitan yang erat."

Apple dan Tesla nyatanya gemar saling membajak karyawan. Tesla sendiri telah merekrut setidaknya 150 mantan karyawan Apple, yang termasuk para teknisi dan pengacara.

Musk kerap disamakan dengan tokoh fiksi Tony Stark yang berada di balik Iron Man. Musk dikenal sebagai pebisnis yang merelakan uang, tenaga, dan pikirannya untuk produk yang ia percaya akan dibutuhkan di masa depan. Selain mobil listrik, Musk juga mendirikan perusahaan perakit pesawat antariksa SpaceX dan turut membangun PayPal.


Merekrut para ahli otomotif

Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, Apple merekrut Haran Arasaratnam dari Ford Motor untuk bekerja sebagai teknisi baterai dan Robert Gough dari perusahaan penyokong otomotif Autoliv untuk bekerja di proyek istimewa dari Apple sendiri. Mereka juga berani membajak Presiden & CEO Divisi Penelitian dan Pengembangan Mercedes-Benz Amerika Utara, Johann Jungwirth. Saat ini, ia menjabat sebagai Kepala Sistem dan Teknik Mac.

Apple mengaku telah memikirkan pengembangan mobil sejak lama. Senior Vice President divisi pemasaran Apple, Phil Schiller mengatakan bahwa para jajaran eksekutif sudah berdiskusi memproduksi mobil sebelum iPhone dirilis pada 2007 silam.

Anggota dewan direksi Apple, Mickey Drexler menambahkan, Steve Jobs juga sempat mengatakan ingin mengembangkan sebuah mobil pintar.

Seorang sumber terpercaya dalam industri otomotif mengatakan kepada Reuters, bahwa Apple juga mulai mendekati para ahli otomotif dan pemasok komponen otomotif. Ada ratusan karyawan yang telah dipekerjakan untuk proyek ini.

Sumber itu menegaskan, bahwa Apple tidak hanya mengembangkan peranti lunak otomotif atau perangkat keras yang akan terhubung dengan sistem mobil, tetapi mereka sedang menjajaki untuk membuat kendaraan utuh.

“Mereka tampaknya tidak ingin meminta banyak bantuan dari para pembuat mobil,” kata sumber yang enggan disebut namanya kepada Reuters.

Perusahaan teknologi Google lebih dulu melakukan penelitian mobil tanpa sopir dan tanpa setir, bahkan telah melakukan uji coba di jalan raya Mountain View dekat kantor mereka. Google memanfaatkan fitur GPS, kamera, dan sensor lain agar mobil bisa mendeteksi lingkungan sekitar. 

Sumber : <<

Rabu, 11 Februari 2015

"MAINAN" PARA MILIADER DUNIA

Dunia kini bergelimang dengan produk super mewah. Mulai dari jam seharga US$ 300 ribu yang bahkan tak bisa menunjukkan waktu hingga kapal selam senilai US$ 6 juta.

Mungkin akan ada lebih banyak lagi produk super mewah dan mutakhir yang menjadi mainan para miliarder di dunia. Barang-barang ini bahkan ada yang belum pernah diproduksi atau terbayangkan bakal ada di pasaran. Namun, banyaknya uang yang dimiliki para miliarder membuat fantasi mereka memungkinkan terwujud.

Beberapa produsen barang jeli melihat potensi pasar yang memiliki kelas tersendiri dan terbatas tersebut. Kadang barang ini semata sebagai benda pajangan dan hiburan mereka yang berkantong tebal.

Berikut  3 mainan fantasi miliarder, mengutip laman CNBC.com, Kamis (18/7/2013):

1. Kapal pesiar selam (submarine yacht)

Berlayar dengan kapal pesiar sudah bukan zamannya lagi. Kini, sensasi pengalaman yang dicari para miliarder adalah berlayar jauh ke dalam laut lepas. Tak heran, muncullah apa yang disebut kapal selam pesiar.

Adalah perusahaan asal Australia Motion Code Blue yang mendesain kapal selam submarine yacht bernama"Migaloo".

Kapal selama sepanjang 377 kaki ini memiliki semua fasilitas dari kapal pesiar, termasuk kolam renang, tempat berjemur dan ruang pribadi yang banyak hingga salon.

Kapal juga memiliki 8 suite VIP, perpustakaan, pusat kebugaran, ruang permainan dan bioskop untuk menyaksikan wahana bawah laut dari jendela. Hal hebatnya kapal ini bisa mencapai kedalaman 240 meter di bawah air atau berubah wujud menjadi kapal selam.

Kapal ini dikatakan merupakan hasil dari penelitian intensif dan pengetahuan perusahaan yang sangat baik tentang pasar pesiar saat ini.

2. Jet pribadi jumbo

Jet pribadi kini tak cuma bisa menerbangkan seorang miliarder. Tren yang dicari kini adalah pesawat jet pribadi dengan ukuran super besar.

Miliarder asal Arab, Pangeran Alwaleed bin Talal awalnya berencana membeli pesawat jet A-380 sebagai tunggangan pribadinya di atas udara. Tapi sebelum jet itu selesai dibangun kemudian dijual kepada pengguna lain.

Selanjutnya, desainer Edese Doret menciptakan desain khusus untuk pesawat Alwaleed, yang disebut "Flying Palace".

Pesawat ini rencananya memiliki 14 kursi makan, kaca lampu, dan "ruang berkarpet ajaib" yang memiliki lantai transparan untuk melihat pemandangan di bawah langit. Sayangnya, bak pusaran air desain kapal ini tak kunjung kelar.

3. Kapal pesiar di atas tanah (mobil)

Gemerlapnya dunia miliarder tak lengkap tanpa kapal pesiar di darat. Adalah Marchi Mobile yang menawarkan tunggangan super mewah "eleMMent Palazzo".

Kendaraan raksasa sepanjang 45 kaki ini bisa menjadi kendaraan rekreasi yang mewah dan mutakhir. Mobil ini memiliki kamar utama super besar, pemandian shower dan berlantaikan marmer. Kendaraan ini juga memiliki teras atap dan kursi kokpit pengemudi yang lebih seperti kokpit pesawat jet jumbo.

MILITER AS MEMBUAT IRON MAN SUIT MENJADI NYATA !

Baju tempur tokoh pahlawan fiktif Iron Man, tampaknya telah menginspirasi militer AS untuk diwujudkan ke dunia nyata. Angkatan Darat Amerika Serikat dilaporkan tengah mengembangkan baju baja cerdas yang akan memberikan pasukannya “kekuatan super”. Saat ini, baju tersebut sedang diuji oleh tentara AS agar bisa membawa beban yang jauh lebih berat.

Para pejabat militer AS meminta bantuan dari bebergai pihak, seperti industri teknologi, laboratorium pemerintah, dan ilmuwan dari Universitas guna mengembangkan proyek bernama baju tempur modern yang diberi nama Tactical Assault Light Operator Suit (TALOS).

Seperti dilansir dari BBC, selain mampu mengangkat beban berat, baju tersebut dilapisi beberapa bahan cerdas yang mampu memantau tanda-tanda vital pemakainya, seperti suhu tubuh, denyut jantung, dan tingkat dehidrasi. Dengan kerangka robotik exoskeleton yang melekat ke persendian penggunanya, ini juga akan menambah kekuatan lengan dan kaki mereka.

“Kita menggabungkan exoskeleton dengan baju besi yang inovatif, menampilkan pemantauan kekuatan, pemantauan kesehatan, dan mengintegrasikan senjata ke dalamnya,” kata Letnan Kolonel Karl Borjes, penasihat sains di lembaga penelitian Angkatan Darat AS.

Sersan Mayor Chris Faris mengatakan, sekelompok ilmuwan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), nantinya juga akan membantu mengembangkan desain pelindung baju yang lebih canggih lagi. Tim tersebut berencana mengembangkan pelindung tubuh cair yang dapat berubah menjadi zat padat ketika adanya serangan medan magnetik ataupun arus listrik. Sersan Mayor tersebut mengklaim, tidak ada industri manapun yang mampu membangun baju tempur futurustik ini, selain militer AS yang bekerja sama dengan lembaga terkait.

“Kedengarannya persis seperti Iron Man. Jenis lain dari hal-hal yang dapat Anda lihat di film,” ujar Profesor Garetch McKinley, tim peneliti dari MIT.

Rencananya, baju tempur TALOS ini sudah bisa digunakan dalam waktu tiga tahun mendatang atau 2016. Yang jadi pertanyaannya ialah, sumber energi apakah yang nantinya akan dipakai TALOS?. Mungkinkah “Arc Reactor”? Sayangnya, pihak peneliti maupun militer AS masih belum mau membeberkannya.

Penasaran dengan wujud TALOS seperti apa, simak video singkat di bawah ini.

Selasa, 03 Februari 2015

SANG "IRON MAN" DI DUNIA NYATA

Banyak orang hebat yang kita dengar di abad ini, namun seseorang yang sevisioner Elon Musk mungkin tidak banyak. Musk harusnya sudah sangat puas dengan pencapaiannya di usia 23 tahun memiliki perusahaan pertamanya Zip2 yang kemudian dijual seharga U$ 300 juta.

Uang sebanyak itu pasti sudah lebih dari cukup bagi seorang anak muda untuk melihat dunia dan menikmati hidup, namun siapa sangka Musk malah mendirikan bisnis lain. Ia mendirikan perusahaan startup yang sukses di bidang pembayaran online bernama Paypal, yang memungkinkan pengguna untuk bertransaksi dengan aman di dunia maya.

Setelah Paypal, Elon mendirikan perusahaan SolarCity yang menyediakan energi surya dengan harga terjangkau bagi masyarakat untuk mewujudkan impiannya memproduksi  mobil listrik yang ekonomis dan ramah lingkungan  lewat Tesla Motors. Rupanya, itu pun tak cukup bagi seorang Musk, keinginan terbesarnya yang terpendam sejak kecil muncul kembali untuk mewujudkan petualangan perjalanan ruang angkasa, maka ia mendirikan SpaceX, yang terbukti sukses besar dengan masa depan yang sangat menjanjikan.

Singkatnya, pikiran Musk fokus pada hal-hal yang paling mempengaruhi masa depan umat manusia: Internet, energi bersih, dan transportasi dan dirgantara. Mengetahui perjalanan singkatnya, kita mungkin bertanya-tanya – bagaimana pria ini melakukan itu semua? Berikut sekilas perjalanan karirnya.

Biografi Singkat dan Riwayat Akademik Elon Musk


Elon Musk lahir dan dibesarkan di Afrika Selatan. Ia mendapat komputer pertamanya pada usia 10 dan belajar bahasa pemrograman secara otodidak. Di usia 12 Musk menjual  game buatannya Blaster seharga $500. Pada tahun 1989 di usia 17 tahun, ia pindah ke Kanada untuk menghindari dinas militer Afrika Selatan. Kemudian ia masuk Queen’s College, tapi ia meninggalkannya tahun 1992, dan melanjutkan kuliah untuk belajar bisnis dan fisika di Universitas Pennsylvania sekaligus. 

Setelah meninggalkan  Universitas Pennsylvania, Musk melanjut ke Stanford untuk mengambil PhDnya di bidang Fisika Terapan. Akan tetapi pada masa itu, teknologi internet sedang booming, kemudian ia drop out dari Stanford dan meluncurkan  startup pertamanya Zip2 Corporation.

Perjalanan Bisnis Elon Musk

Zip2
Zip2 merupakan startup pertama  Elon Musk, yang  mengasah dirinya menjadi seorang pengusaha.  Zip2 adalah situs web yang menyediakan perangkat lunak penerbitan konten online untuk berbagai media. Perusahaan ini ia jalankan bersama dengan saudaranya Kimbal Musk.  Startup baru ini dalam waktu singkat berhasil mendapatkan investasi dari perusahaan-perusahaan besar seperti: The New York Times, HEARST Corporation, KnightRidder dan lain-lain.

Meskipun 'Zip2' hanya perusahaan kecil,  namun Compaq AltaVista membelinya dengan harga selangit.  Hasil penjualan Zip2 sebesar US $ 300 juta  tersebut membuat Elon dan saudaranya menjadi multi-jutawan pada usia muda.

Rupanya semangat kerja seorang Elon Musk tidak tanggung-tanggung. Ia mengatakan “Bekerjalah sampai mati-matian”. Bila Anda bekerja 80 sampai 100 jam per minggu, maka hal ini sangat berpengaruh pada kesuksesan anda.  Bayangkan, orang lain hanya bekerja 40 jam per minggu, dan anda dapat bekerja 100 jam. Jika mereka dapat meraih kesuksesan dalam 1 tahun, Anda dapat meraihnya hanya dalam tempo 4 bulan”. 

PayPal

Pada tahun 1999 Musk menggunakan US $ 10 juta dari penghasilan dari Zip2 untuk mendirikan perusahaan layanan keuangan online dan pembayaran via e-mail  yang disebut  'X.com'. Musk mengakuisisi Confinity Inc., yang awalnya merupakan perusahaan pembayaran Palm Pilot dan kriptografi.  Musk berniat menggabungkan kedua perusahaan tersebut di bawah  nama X.com. Namun,  melalui survei diketahui bahwa nama  X.com tidak komersil, dan akhirnya diganti dengan nama PayPal.

Setelah penawaran umum perdana, pada tahun 2002 perusahaan Paypal tersebut dibeli oleh eBay seharta US$ 1,5 milyar, dan Musk masih memiliki sahamnya sebesar 11 persen.

Space X

Setelah Paypal, Elon Musk masih punya obsesi lain, yakni keinginannya yang terdalam sejak masa anak-anak untuk mewujudkan petualangan ruang angkasa. Di tahun 2002, ia mendirikan Space Exploration Technologies Corporation (SpaceX), dan menunjukkan  kepada dunia bahwa ia bisa mengalahkan NASA dalam teknologi ruang angkasa. Visinya yang terbesar adalah menghasilkan teknologi dan menyediakan layanan yang akan memungkinkan siapa saja dapat bepergian ke planet lain! 

Pada tahun 2008, setelah Space-X mulai mapan, NASA memberikan mempercayakan kontrak kepadanya untuk menangani transportasi kargo stasiun ruang angkasa Internasional.

Pada bulan September 2009, roket SpaceX Falcon 1 menjadi  roket pertama berbahan bakar cair yang ditangani oleh perusahaan swasta  untuk menempatkan satelit ke orbit Bumi.  Pada tanggal 25 Mei 2012, Elon meluncurkan proyek lain yang disebut "SpaceX Dragon",  dan juga menjadi proyek pertama bersejarah yang membuat dermaga pesawat di  Stasiun Antariksa Internasional.

Baru-baru ini, Elon Musk mengumumkan bahwa timnya telah membangun sebuah sistem yang memungkinkan seseorang untuk merancang bagian-bagian roket dengan "gerakan tangan melalui udara."

Tesla Motors

Hampir bersamaan dengan Space-X, pada tahun 2003,  Elon Musk mendirikan Tesla Motors. Ide ini sebenarnya sudah lama di benaknya, sebelum Tesla berdiri. Co-founder berkontribusi terhadap perusahaan sebagai kepala desainer produk, sehingga Musk menjadi orang yang pertama berhasil membuat mobil sport listrik layak pakai untuk membebaskan diri dari ketergantungan bahan bakar fosil. Mobil listrik high-end, Tesla Roadster, sebenarnya mendapat sambutan yang antusias dari masyarakat, sehingga Musk berupaya agar 'Tesla Motors memproduksi mobil dengan harga terjangkau.

Akan tetapi, rencana bisnis tersebut menghadapi masalah. Pada tahun 2007 Tesla Motors kekurangan dana, biaya untuk mewujudkan mobil dengan kualitas tinggi lebih dari $ 140.000 hanya dihargai sekitar $ 65.000. Pada titik ini, Musk harus mengambil langkah penting, termasuk mengganti CEO perusahaan dan mengambil-alih lebih banyak tanggungjawab perusahaan yang akhirnya menyita banyak waktunya di Tesla.
Akan tetapi Tesla Motor melakukan terobosan luar biasa dengan menggantikan mesin gas Daimler smartcar dengan Tesla drive-train dan baterai.  Sehingga perusahaan memperoleh penghasilan US$ 70 juta.

Tantangan Perjalanan Bisnis Elon Musk

Dibalik keberhasilannya, Musk juga menghadapi krisis terburuk dalam karirnya, yakni ketiga perusahaannya diambang kebangkrutan. Ia harus memberhentikan hampir 1/3 dari stafnya dan menutup cabang Tesla di Detroit. 

Sehubungan dengan Tesla Motors, banyak perusahaan dan pengamat berpendapat bahwa Tesla Motors  gagal memasarkan produknya ke publik, karena produk Tesla dipandang sebagai serangan terhadap model kendaraan yang telah familiar di masyarakat.  Sementara itu perusahaan publik dan lainnya termasuk sebagian media meremehkan mobil Tesla dan mengatakan kepada publik bahwa motor listrik tidak layak dibeli.

SolarCity pun mengalami hal tak terduga, bank menarik diri dari kesepakatan yang telah dibuat. Ia harus merogoh uang dari kantong sendiri untuk melanjutkan pendanaan perusahaan. Musk tidak pernah berpikir untuk meninggalkan proyeknya tertunda, Elon memutuskan menyuntik dana sekitar US$ 40 juta untuk mempertahankan perusahaannya dan melanjutkan impiannya.

Setelah enam tahun mendanai dan memajukan perusahaannya, peluncuran SpaceX keempat menuai sukses besar. NASA memutuskan untuk bekerjasama dengan Elon dan mendanai 'SpaceX' dengan kontrak US$ 1,6 miliar. Hal itu sungguh mengejutkan publik. Elon berhasil menarik melalui masa sulit dengan serangkaian pemulihan yang tak terduga dan heroik.

Pelajaran dari Elon Musk

Sebagian besar ide-ide inovatif dan visi Elon Musk menjadi kenyataan.  Pengalaman dari kegagalan dan kerugian yang dihadapinya tidak mengalahkan visi dan tujuan yang luar biasa untuk masa depan. 

Elon Musk berupaya mewujudkanmimpi besar manusia, apakah itu melakukan perjalanan ke bulan atau Mars hingga mengubah cara kita mengemudi dan menawarkan penggunaan mobil listrik, atau menciptakan energi yang berkelanjutan, perubahan budaya dan teknologi dari bisnis perdagangan, sampai dengan impian pembiayaan perjalanan ruang angkasa.

Elon Musk terus mengejar cita-citanya dengan menawarkan cara-cara baru bagi manusia dalam beberapa bidang. Ia berani mengambil risiko dengan penuh percaya diri. Bahkan ketika ia menghadapi masa-masa sulit dan diambang kebangkrutan, ia masih percaya bahwa impiannya akan bisa terwujud. Kini, Elon Musk masih di usia 42, perjalanan ala Iron Man pun bukan hal mustahil baginya.

Sumber.

Whoa . sebuah Transformasi untuk berkemah ,Tampak Terlihat Seperti mobil VAN normal , Tapi Kemudian Dia bisa didorong dengan Tombol ... so What Next ???

Saya ingat pertama kali saya pergi berkemah . Itu adalah pengalaman yang benar-benar menarik , karena saya tenggelam ke padang gurun dengan tenda , kantong tidur , dan beberapa makanan yang mudah untuk membuat atas api . Seiring dengan bertambahnya usia , saya belajar bahwa apa yang saya anggap berkemah sebenarnya tidak apa yang kebanyakan orang lakukan . Sebaliknya , ada " glamping , " yang hanya glamor berkemah . Masukkan van ini : perbatasan berikutnya dalam memberikan suatu pengalaman yang manis , holistik pengalaman kami berkemah , membawa dunia urban ke luar .

Dalam pertahanan van , itu sangat bagus , terutama karena mengingatkan saya pada trafo . Van ini dibuat untuk orang modern, yang memungkinkan mereka untuk mengakses ke bahan high-end dan kenyamanan tanpa harus puas dengan tenda yang sangat tipis yang bisa terbang jauh setiap saat ... alias nyata berkemah .
Untuk lebih lengkap nya bisa di cek video dibawah ini 
Seperti diulas oleh , Sumber.